Menyapa Lewat Humanisme, Hangatnya Dialog Malam Personil Pospol Miomaffo Tengah Bersama Warga Bijaepasu
Tribratanewsttu.com, Bijaepasu, Ttu — Suasana sunyi malam di Desa Bijaepasu, Kecamatan Miomaffo Tengah, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), seketika berubah menjadi penuh kehangatan pada Senin malam, 08 Juni 2026. Mulai pukul 18.00 WITA, jajaran Kepolisian Sektor Pospol Miomaffo Tengah melangsungkan kegiatan patroli dialogis yang menitikberatkan pada pendekatan humanis dan komunikasi timbal balik yang inklusif antara aparat penegak hukum dan elemen masyarakat pedesaan.
Patroli dialogis ini diinisiasi secara langsung oleh dua personil piket Pospol Miomaffo Tengah, yakni Aipda Jhony Lalang dan Brigpol Nanda Kufeu. Berbeda dengan patroli konvensional yang kerap dipandang kaku, kedua personil ini memilih untuk melebur tanpa sekat, mengunjungi rumah-rumah warga secara langsung guna mendengarkan keluh kesah serta aspirasi yang berkembang di akar rumput pada jam-jam rawan.
Berdasarkan dokumentasi, terlihat jelas bagaimana suasana interaksi berlangsung begitu cair di dalam ruang tamu salah satu rumah warga. Senyuman tulus terpancar baik dari wajah para petugas maupun keluarga yang disambangi, termasuk anak-anak kecil yang ikut menyambut dengan penuh antusias sembari memberikan pose jempol ke arah kamera, menandakan tidak adanya rasa takut melainkan kedekatan emosional.
Dalam dialog dua arah tersebut, Aipda Jhony Lalang dan Brigpol Nanda Kufeu menyampaikan empat poin krusial demi menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas)
- Sinergitas Tanpa Batas: Mengajak kolaboratif kepada seluruh warga Desa Bijaepasu agar bersama-sama Pospol Miomaffo Tengah menjaga ketenteraman lingkungan. Pendekatan persuasif ini menggarisbawahi bahwa keamanan bukanlah tugas tunggal kepolisian, melainkan tanggung jawab kolektif yang lahir dari kesadaran bersama.
- Musyawarah sebagai Solusi Utama: Mendorong masyarakat untuk mengedepankan jalur musyawarah mufakat atau melibatkan peran aktif Bhabinkamtibmas serta petugas kepolisian setempat jika menghadapi sengketa ringan. Hal ini dipandang krusial guna meredam potensi konflik horizontal dan mengantisipasi tindakan main hakim sendiri (vigilantisme).
- Edukasi Bahaya Miras: Mengingatkan warga secara kekeluargaan agar tidak mengonsumsi minuman keras secara berlebihan. Petugas menjelaskan secara logis bahwa efek negatif dari miras yang tak terkontrol kerap menjadi pemicu utama (trigger) tindakan kriminalitas yang merugikan diri sendiri, keluarga, maupun ketenangan orang lain.
- Aksesibilitas Layanan Darurat: Memberikan panduan praktis jika masyarakat mendapati situasi darurat atau gangguan keamanan agar segera melapor ke piket Pospol Miomaffo Tengah, Polsek Miomaffo Barat, menghubungi Call Center 110, atau memanfaatkan aplikasi modern Polri Super App.
Pendekatan yang sangat humanis ini memicu apresiasi yang mendalam dari warga Desa Bijaepasu yang disambangi bapak . Bapak Anton Adalah merupakan Salah satu perwakilan keluarga menyampaikan rasa terima kasih dan rasa hormat yang tinggi atas kesediaan pihak kepolisian meluangkan waktu berdiskusi tatap muka hingga larut malam. Warga mengaku merasa sangat dihargai karena suara, kekhawatiran, dan aspirasi mereka didengar secara langsung tanpa ada jarak birokrasi yang membatasi. Kehadiran figur polisi yang ramah dan komunikatif di ruang tamu mereka memunculkan rasa aman yang nyata, sekaligus menghapus stigma kaku aparat di mata masyarakat.
Kegiatan patroli dialogis yang berlangsung intensif ini berjalan dengan aman, tertib, dan lancar hingga berakhir pada pukul 21.00 WITA. Secara keseluruhan, situasi di wilayah hukum Pospol Miomaffo Tengah dilaporkan aman terkendali, meninggalkan impresi positif akan postur kepolisian yang modern, melayani, dan dicintai oleh rakyatnya.


