Perkuat Pengamanan Perbatasan, Polres TTU Polda NTT Gelar Sosialisasi Pemetaan Kejahatan Transnasional
Tribratanewsttu.com, Kefamenanu – Dalam upaya memperketat pengawasan di wilayah beranda terdepan NKRI, Kepolisian Resor Timor Tengah Utara (TTU) menggelar kegiatan sosialisasi strategis terkait pemetaan kejahatan lintas negara (Transnational Crime), pengenalan Border Transnational Crime Liaison Office (BTNCLO), serta optimalisasi aplikasi "Imbas Cepat". Kegiatan ini dilangsungkan di Aula Serbaguna Polres TTU pada Rabu, 28 Januari 2026.
Sinergi untuk Kedaulatan Wilayah
Acara dibuka oleh Wakapolres TTU, Kompol Jemy O. Noke, S.H. yang mewakili Kapolres TTU. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif Polda NTT dalam memberikan penguatan kapasitas bagi personel di garda terdepan.
"Kami berterima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini. Wilayah TTU memiliki karakteristik perbatasan yang kompleks, sehingga pemahaman mendalam mengenai pola kejahatan transnasional sangatlah krusial. Saya berharap seluruh peserta mengikuti materi dengan serius agar dapat diimplementasikan dalam tugas sehari-hari," ujar Kompol Jemy.
Hadir sebagai narasumber utama, Ketua Tim Koordinator BTNCLO Polda NTT, Kompol I Putu Surawan, S.IP, memaparkan bahwa dasar hukum pengelolaan perbatasan ini berpijak pada Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2008 tentang Wilayah Negara serta Keputusan Kapolri Nomor: ST/1666/IX/2024.
Dalam paparannya, Kompol I Putu Surawan menekankan dua dimensi utama dalam pengelolaan perbatasan:
1. Dimensi Batas Wilayah Negara (Boundary Dimension): Fokus pada kedaulatan fisik dan garis batas formal antarnegara.
2. Dimensi Kawasan Perbatasan (Frontier Dimension): Fokus pada aspek sosial, ekonomi, dan keamanan masyarakat yang tinggal di wilayah penyangga.

Beliau menjelaskan bahwa aplikasi Imbas Cepat dirancang untuk mempercepat pelaporan dan koordinasi jika ditemukan indikasi tindak pidana perdagangan orang (TPPO), penyelundupan barang ilegal, maupun perlintasan batas ilegal.
"Pemetaan kerawanan yang akurat adalah kunci deteksi dini. Melalui sosialisasi BTNCLO dan aplikasi Imbas Cepat ini, kita ingin memastikan bahwa setiap personel di perbatasan memiliki instrumen yang kuat untuk melaporkan setiap anomali secara cepat. Kejahatan lintas negara tidak bisa kita hadapi secara konvensional saja; diperlukan integrasi data dan respons yang sigap agar ruang gerak pelaku kejahatan di wilayah batas negara dapat kita persempit secara maksimal," tegas Kompol I Putu Surawan.
Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh jajaran pejabat utama Polres TTU, termasuk para Kasat, para Kapolsek di wilayah perbatasan, serta personel yang bertugas langsung di pos-pos pengamanan perbatasan. Diskusi mewarnai sesi pengenalan aplikasi, di mana personel dilatih untuk merespons ancaman secara real-time.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan koordinasi antara Polres TTU dan Polda NTT melalui BTNCLO semakin solid, guna menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif di wilayah perbatasan RI-RDTL (Republik Demokratik Timor Leste).


