Polres TTU Gelar Seleksi Casis Berbasis BETAH Wujudkan SDM Polri Berkualitas
Seleksi administrasi casis Polri di Polres TTU menjadi langkah awal dalam mencetak SDM Polri yang berkualitas dengan mengedepankan prinsip BETAH. Proses yang bersih, transparan, akuntabel, dan humanis diharapkan mampu melahirkan generasi Polri yang profesional dan berintegritas.
Tribratanewsttu.com; Kefamenanu (1/4/2026) – Dalam rangka menjaring sumber daya manusia (SDM) Polri yang unggul dan berintegritas, Polres Timor Tengah Utara (TTU) melaksanakan seleksi administrasi penerimaan calon siswa (casis) Polri tahun 2026, Selasa (31/3). Kegiatan ini menjadi tahapan awal dalam proses rekrutmen terpadu yang mengedepankan prinsip BETAH, yakni Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis.
Sebanyak 117 putra-putri terbaik Kabupaten TTU telah mendaftar secara online dan mengikuti proses verifikasi administrasi di Polres TTU. Rinciannya meliputi 5 calon taruna Akademi Kepolisian (Akpol), termasuk satu calon Perwira Polisi Wanita (Polwan). Selain itu, terdapat 84 calon siswa Bintara, 12 Bintara Polwan, 2 Bintara Intelijen, 2 Bintara Polisi Air (Polair), 1 Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus), 1 Bakomsus Penyidik Polwan, 1 Bintara Polwan Rekrutmen Proaktif (Rekpro), serta 9 Bintara Rekpro wilayah perbatasan.
Untuk menjamin keabsahan dan validitas data peserta, Polres TTU melibatkan instansi terkait dalam proses seleksi. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten TTU melakukan verifikasi terhadap data domisili, usia, serta status kewarganegaraan peserta. Sementara itu, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (PPO) turut dilibatkan dalam pengecekan keaslian ijazah.
Kapolres TTU, AKBP Eliana Papote S.I.K., M.M., melalui Kepala Bagian SDM, AKP I Wayan Guna, menegaskan bahwa pelibatan instansi eksternal merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menghadirkan proses rekrutmen yang bersih dan dapat dipercaya.
“Kami melibatkan Dinas Pencatatan Sipil untuk melakukan pemeriksaan terhadap domisili, umur, dan status kewarganegaraan; sedangkan untuk Dinas PPO melakukan pengecekan terhadap keabsahan ijazah,” ujarnya.

Selain itu, seluruh peserta diwajibkan menandatangani Pakta Integritas sebagai bentuk komitmen untuk mengikuti seluruh tahapan seleksi secara jujur, transparan, dan bertanggung jawab sesuai aturan yang berlaku.
Dalam pelaksanaannya, Polres TTU secara konsisten menerapkan prinsip BETAH. Prinsip Bersih diwujudkan dengan menolak segala bentuk praktik kecurangan, pungutan liar, maupun intervensi dari pihak manapun. Setiap peserta diberikan kesempatan yang sama tanpa adanya diskriminasi.
Prinsip Transparan terlihat dari keterbukaan informasi di setiap tahapan seleksi, sehingga seluruh proses dapat dipantau oleh peserta maupun pihak pengawas. Sementara prinsip Akuntabel memastikan bahwa seluruh tahapan seleksi dapat dipertanggungjawabkan secara administratif dan hukum.
Adapun prinsip Humanis diwujudkan melalui pelayanan yang ramah, profesional, serta menghargai setiap peserta sebagai individu yang memiliki hak dan kesempatan yang sama, sehingga seluruh rangkaian seleksi berlangsung dengan suasana yang tertib, nyaman, dan berkeadilan.
“Seleksi kali ini berbasis prinsip BETAH; Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis,” tambah AKP I Wayan Guna.
Melalui penerapan prinsip tersebut, diharapkan proses rekrutmen Polri di wilayah TTU dapat menghasilkan calon anggota Polri yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan fisik, tetapi juga berintegritas serta siap mengemban tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.(wm)**


