Polres TTU Kawal Aksi Solidaritas 1.000 Lilin untuk Dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni
tribratanewsttu.com; Kefamenanu (27/6/2026) – Polres Timor Tengah Utara (TTU) mengawal pelaksanaan aksi solidaritas berupa doa bersama dan penyalaan 1.000 lilin sebagai bentuk penghormatan terakhir sekaligus ungkapan belasungkawa atas meninggalnya Dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni.
Kegiatan yang berlangsung di depan Kantor DPRD Kabupaten TTU, Sabtu (27/6/2026) malam, berjalan aman, tertib, dan kondusif berkat pengamanan yang mengedepankan pendekatan humanis.
Pengamanan dilakukan oleh personel gabungan Polres TTU yang dipimpin langsung Kasat Samapta AKP Ferdi Bessi bersama Kasat Intelkam AKP Suparjo.
Kehadiran aparat kepolisian difokuskan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar, sekaligus memberikan rasa aman kepada para peserta yang mengikuti aksi solidaritas tersebut.
Sekitar 175 peserta menghadiri kegiatan, terdiri atas tenaga kesehatan se-Kabupaten TTU, keluarga almarhumah, organisasi PMKRI Cabang Kefamenanu, serta masyarakat yang turut menyampaikan belasungkawa.
Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama dan penyalaan 1.000 lilin sebagai simbol penghormatan kepada almarhumah. Tiga unit ambulans kemudian membunyikan sirene selama tiga menit sebagai bentuk penghormatan terakhir, sebelum melakukan konvoi mengelilingi Tugu Sonaf Besi sebanyak tiga kali sebagai simbol solidaritas.
Dalam kesempatan tersebut, PMKRI Cabang Kefamenanu turut menyampaikan ungkapan duka cita mendalam atas wafatnya Dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni serta doa agar almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan.
Selama kegiatan berlangsung, personel Polres TTU mengedepankan pengamanan yang persuasif dan humanis. Selain menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, petugas juga melakukan pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi agar aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan baik.
Berkat kerja sama antara penyelenggara, peserta, dan aparat keamanan, seluruh rangkaian aksi solidaritas dapat berlangsung dengan tertib tanpa adanya gangguan keamanan.(resttu)**


