Dedikasi Tanpa Batas Seorang Bhabinkamtibmas, Membantu Evakuasi Hingga Antar Jenazah Warga Desa Binaannya
Tribratanewsttu.com, Kefamenanu – Tugas seorang anggota kepolisian, khususnya Bhabinkamtibmas, tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga hadir sebagai sandaran utama warga di saat duka menyelimuti, Hal inilah yang ditunjukkan secara nyata oleh Aipda Lius Selan, Bhabinkamtibmas Desa Naiola, saat menangani musibah tenggelamnya seorang warga di Cekdam Bendungan KM 09, Desa Naiola, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).
Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Minggu, 03 Mei 2026, sekitar pukul 12.30 WITA. Seorang perempuan bernama Trezia Kolo (40), warga RT 007/RW 002 Desa Naiola, dilaporkan tenggelam di area bendungan, Mendengar kabar duka dari desa binaannya, Aipda Lius Selan langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian untuk melakukan langkah awal pencarian Bersama Masyarakat dan Tim dari Basarnas Kabupaten TTU.
Kehadiran Polri di lokasi kejadian bukan sekadar formalitas, di lokasi kesigapan Aipda Lius Selan bersama tim gabungan dari BASARNAS Kabupaten TTU dan masyrakat, Mengenakan seragam kebanggaannya, Aipda Lius terjun langsung ke area perairan, berkoordinasi erat dengan petugas SAR untuk menyisir setiap sudut cekdam guna menemukan keberadaan korban.

Fokus dan raut wajah kepedulian yang tertangkap dalam gambar menjadi bukti otentik bahwa keselamatan warga adalah prioritas utama, Proses pencarian yang memakan waktu dan menguras tenaga tersebut tidak melunturkan semangat sang Bhabinkamtibmas, Ia tetap berada di garda terdepan hingga akhirnya jasad korban berhasil ditemukan dan dievakuasi dari dasar air.
Dedikasi Aipda Lius Selan tidak berhenti saat korban ditemukan, Setelah proses evakuasi dilakukan, ia turut mendampingi jenazah Trezia Kolo menuju Rumah Sakit Umum (RSU) Kefamenanu, Sebagai sosok yang paling dekat dengan warga di tingkat desa, Aipda Lius memahami betul kesedihan yang dirasakan keluarga korban.
Di rumah sakit, ia menjalankan fungsi pelayanan kemanusiaan dengan membantu memediasi dan mengurus proses administrasi pembuatan surat penolakan autopsy, Langkah ini diambil setelah pihak keluarga menyatakan menerima kematian korban sebagai musibah murni. Kepiawaiannya dalam berkomunikasi membuat proses yang emosional ini berjalan dengan lancar dan penuh rasa hormat.

Tidak berhenti sampai di situ, sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada warga desa binaannya, Aipda Lius Selan ikut mengantar jenazah dari rumah sakit hingga sampai ke rumah duka di Desa Naiola. Kehadirannya memastikan bahwa keluarga korban mendapatkan dukungan moral yang kuat dari kepolisian.
Aksi yang dilakukan Aipda Lius Selan merupakan implementasi nyata dari arahan pimpinan Polri mengenai sosok Bhabinkamtibmas yang harus selalu siap sedia ketika dibutuhkan oleh Masyarakat, Keberadaannya bukan sekadar penegak hukum, melainkan saudara bagi warga yang tengah tertimpa musibah.
"Seorang Bhabin adalah ujung tombak pelayanan Polri. Apa yang dilakukan Aipda Lius Selan di Desa Naiola adalah contoh nyata bagaimana Polri memberikan pengabdian terbaiknya, mulai dari pencarian di lapangan, bantuan administratif, hingga dukungan emosional kepada keluarga yang berduka," ujar Kapolres TTU AKBP Eliana Papote, S.I.K., M.M., Melalui respon cepat dan pelayanan yang tulus ini, Polres TTU kembali membuktikan bahwa Polri akan selalu hadir, berpeluh bersama warga di lapangan, dan memberikan rasa aman serta nyaman bagi masyarakat di Kabupaten Timor Tengah Utara.


