Mengenang Brigpol Hermawan Hanti, Sosok Penurut, Humoris dan Bertanggungjawab

Mengenang Brigpol Hermawan Hanti,  Sosok Penurut, Humoris dan Bertanggungjawab
Foto Brigpol Hermawan Hanti

Tribratanewsttu.com- Kepergian Brigpol Hermawan Hanti, salah satu anggota Binmas Polres TTU meninggalkan banyak kenangan. Selain meninggalkan duka mendalam bagi seorang istri Sari Puspa Ningsih dan satu orang anak Gibran Airlangga Hermawan dan keluarga, juga meninggalkan kenangan yang tak terlupakan bagi rekan kerjanya.

Kanit Bhabinkamtibmas Polres TTU Bripka Sumarlin, yang adalah salah satu teman seperjuangan mengisahkan bahwa cukup akrab dengan almarhum sejak bertugas di Binmas Polres TTU mulai dari pangkat Bripda sampai Brigpol selama kurang lebih 9 tahun.

Bripka Sumarlin menuturkan, semua pekerjaan yang diberikan oleh pimpinan kepada almarhum akan diselesaikan dengan penuh tanggungjawab dan tepat waktu. "Kami sangat merasa kehilangan. Jika ada pekerjaan yang tertunda, dia (Almarhum) akan gelisah," kisahnya. 

"Dia tidak mau jika ada pekerjaan yang semacam ada teguran dari pimpinan atas. Jika ada seperti dari Polda maka dia akan segera kerjakan. Anaknya penurut. Tidak melawan perintah. Meski perintah tidak menyenangkan dia, tetap akan dijalankan," kisah Bripka Sumarlin. Bripka Sumarlin menjelaskan, sosok almarhum juga adalah tipe orang yang selama hidup cukup pendiam dan tidak ingin merepotkan orang lain. 

Kisah lain juga disampaikan oleh dua rekan dekat almarhum, yakni Brigpol Opa Bria dan Brigpol Hendrikus Das Neves. Menurut mereka, Brigpol Hermawan dikenal periang dan humoris. Mudah bergaul dan akrap dengan siapa saja. Tidak hanya sesama leting, namun para senior pun menjadi sasaran silaturahmi. "Saat kita kumpul-kumpul itu dia (almarhum) tidak mau kita ada yang merasa sedih. Dia selalu bawa nuansa ceria," cerita Brigpol Hendrikus Das Neves.

Menurut Brigpol Hendrikus Das Neves, ada satu momen tak terlupakan bersama almarhum dikala menjalani masa pendidikan. "Saat ada perkunjungan orang tua saat pendidikan, orang tua kami berdua tidak ada yang datang. Saya sempat menangis. Tapi dia sempat nasihat saya agar jangan kawatir. Saat itulah kami berdua akrab," kisahnya. 

"Pesan kami (leting) meski pun Hermawan tidak ada lagi tapi sosok-sosok Hermawan dalam hidup kami dalam bergaul keseharian bersama Hermawan akan selalu hidup dan akan selalu menjadi keluarga besar. Kami masih menjadi anak dari mama (Orang tua Hermawan," ujarnya.

Brigpol Hendrikus Das Neves menceritakan, sempat merasa tidak tidak percaya akan kepergian rekan seletingnya itu. "Waktu ikut membentangkan bendera sangat sedih. Karena seingat saya, setiap kali saya bertugas di upacara membawa bendera selalu di samping saya itu pasti Hermawan. Begitu pula saat mengusung peti pasti di sebelahnya saya Hermawan. Tapi ternyata tadi saya lihat bukan Hermawan tapi yang saya selubungi ternyata dia punya peti,"kisahnya. 

Gerakkan Polres TTU Semangat Melayani.