Panen Jagung Melimpah, Warga Kelompok Tani Sehati Usulkan Sumur Bor Bantuan Kapolda NTT
Panen jagung Kelompok Tani Sehati menjadi bukti bahwa kolaborasi antara masyarakat dan Polri mampu mendorong produktivitas pertanian di Kabupaten TTU. Dengan dukungan berkelanjutan dari Polri dan inisiatif Kapolda NTT Irjen Pol Dr Rudi Darmoko, diharapkan produktivitas pertanian semakin meningkat dan kesejahteraan masyarakat dapat terwujud secara nyata.
tribratanewsttu.com; KEFAMENANU (10/4/2026) - Panen jagung hibrida dengan hasil mencapai 4 hingga 5 ton diatas lahan seluas satu hektare menunjukan keberhasilan kelompok Tani Sehati Desa Banopo dalam rangka menyukseskan "NTT Lumbung Jagung" yang diinisiasi Kapolda NTT Irjen. Pol Dr. Rudi Darmoko. Jumat (10/4).
Kegiatan panen bersama yang melibatkan Polres Timor Tengah Utara (TTU) ini dihadiri Kapolres TTU AKBP Eliana Papote, Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian TTU Tonce Seran, Camat Bikomi Utara Krinstanto Akoit, serta Pastor Paroki St. Antonius Padua Sasi Kefamenanu Pater Titus Kian Limngradi OFMConv, para Frater Fransiskan, dan warga kelompok tani.
Momentum tersebut dimanfaatkan warga untuk menyampaikan langsung persoalan utama yang dihadapi petani, yakni keterbatasan irigasi.
Dalam forum dialog “Jumat Curhat” yang digelar di lokasi panen, petani secara terbuka mengusulkan pembangunan sumur bor guna menunjang keberlanjutan produksi jagung. Usulan ini muncul di tengah capaian panen yang dinilai menjanjikan, namun masih bergantung pada kondisi alam.

Pembina Kelompok Tani Sehati, Frater Herman Ginting, menyebut hasil panen kali ini menunjukkan potensi besar sektor pertanian jika didukung infrastruktur memadai.
“Hasilnya bisa mencapai 4 hingga 5 ton. Selain untuk konsumsi, juga bisa diolah menjadi pakan ternak,” ujar Frater Ginting.
Di sisi lain, keberhasilan panen ini tak lepas dari dorongan Polres TTU dalam mendukung program strategis, termasuk Asta Cita Presiden dan inisiatif NTT Lumbung Jagung yang digagas Kapolda NTT Irjen Pol Dr Rudi Darmoko. Kehadiran Polri dinilai memberi efek psikologis sekaligus motivasi bagi petani untuk mulai menanam jagung secara serius.
“Awalnya kami tidak terpikir menanam jagung. Tapi setelah ada dorongan dari Kapolres, kami mulai dan hasilnya seperti sekarang,” tambah Frater Ginting.
Menanggapi aspirasi warga, Kapolres TTU AKBP Eliana Papote mengungkapkan bahwa kebutuhan air menjadi perhatian dalam program bantuan sumur bor yang diinisiasi Kapolda NTT. Program tersebut diarahkan untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mendukung sektor pertanian.

“Saat ini sudah ada enam sumur bor yang terealisasi di wilayah TTU, dan dua lainnya masih dalam proses. Silakan didata wilayah yang paling membutuhkan, akan kami usulkan,” ungkap Kapolres.
Program sumur bor tersebut kini menjadi salah satu intervensi konkret dalam menjawab persoalan klasik petani di NTT, yakni keterbatasan air. Selain memenuhi kebutuhan air bersih, keberadaan sumur bor Bantuan Kapolda diharapkan mampu meningkatkan intensitas tanam dan produktivitas lahan.
Dengan capaian panen yang mulai menunjukkan hasil dan dukungan program yang terus berjalan, sinergi antara Polri dan masyarakat ini menjadi bagian dari implementasi visi “NTT Penuh Kasih” yang diusung Irjen Pol Dr Rudi Darmoko, dalam mendorong terwujudnya masyarakat yang sehat, sejahtera, dan damai.(wm)**


