Polres TTU Gelar Operasi Patuh Turangga 2026, Kapolres Tekankan Sinergitas dan Keselamatan Berlalu Lintas

Polres TTU Gelar Operasi Patuh Turangga 2026, Kapolres Tekankan Sinergitas dan Keselamatan Berlalu Lintas

Tribratanewsttu.Com, Kefamenanu – Dalam upaya meningkatkan disiplin masyarakat serta mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), Polres Timor Tengah Utara (TTU) menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Turangga 2026 di Lapangan Apel Polres TTU, Senin (26/10/2026) pukul 08.30 WITA.

Apel gelar pasukan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres TTU, AKBP Eliana Papote, S.I.K., M.M., dengan mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman, dan Berkeselamatan.” Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mendukung pelaksanaan Operasi Patuh Turangga 2026 di wilayah hukum Polres TTU.

Kegiatan tersebut dihadiri Dandim 1618/TTU, Danyon TP 877 Biinmafo, Dansatgas Pamtas RI-RDTL, para Pejabat Utama (PJU) Polres TTU, Kepala BPBD Kabupaten TTU, Kasat Pol PP Kabupaten TTU, perwakilan Dinas PUPR, perwakilan Dinas Kesehatan, perwakilan Direktur RSUD, perwakilan Direktur RS Leona, serta Kepala Jasa Raharja Kefamenanu.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung terciptanya budaya berlalu lintas yang tertib dan bertanggung jawab. Upaya mewujudkan keselamatan di jalan raya tidak dapat hanya dibebankan kepada kepolisian, tetapi membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, TNI, tenaga kesehatan, penyedia layanan transportasi, komunitas pengendara, dan masyarakat luas.

Dalam apel tersebut, pasukan yang terlibat terdiri atas peleton TNI, Sat Samapta Polres TTU, Sat Lantas Polres TTU, Sat Intelkam dan Sat Reskrim, BPBD, Sat Pol PP, Dinas Perhubungan, serta komunitas ojek. Keterlibatan unsur-unsur tersebut mencerminkan kesiapan dan semangat kolaborasi dalam mendukung pelaksanaan operasi yang terarah, terukur, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.

Dalam amanatnya, Kapolres TTU menyampaikan bahwa Apel Gelar Pasukan merupakan bentuk pengecekan akhir terhadap kesiapan personel, perlengkapan, serta keterpaduan lintas sektoral sebelum pelaksanaan operasi. Melalui kegiatan ini, seluruh unsur yang terlibat diharapkan memiliki pemahaman yang sama mengenai tujuan, sasaran, dan pola pelaksanaan Operasi Patuh Turangga 2026.

AKBP Eliana Papote menjelaskan bahwa Operasi Patuh Turangga 2026 dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 26 Oktober hingga 8 November 2026. Operasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas, menekan angka pelanggaran, mengurangi risiko kecelakaan, serta membangun perilaku berkendara yang mengutamakan keselamatan.

Kapolres menegaskan bahwa pelaksanaan operasi mengedepankan langkah preemtif, preventif, dan represif yang dilakukan secara humanis, edukatif, profesional, dan proporsional. Pendekatan tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan kepatuhan sesaat selama operasi berlangsung, tetapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan dalam setiap aktivitas berlalu lintas.

Dalam arahannya, Kapolres meminta seluruh personel agar mengedepankan prinsip Senyum, Sapa, Salam, serta sopan santun ketika berinteraksi dengan masyarakat. Setiap anggota diminta menghindari tindakan arogan maupun perilaku kontraproduktif yang dapat menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

Menurutnya, Operasi Patuh Turangga harus menjadi sarana edukasi untuk membangun budaya tertib berlalu lintas. Karena itu, personel di lapangan diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya mematuhi peraturan, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta memperhatikan kondisi kendaraan dan situasi jalan sebelum berkendara.

Kapolres juga menekankan pentingnya mengoptimalkan kegiatan sosialisasi dan penyuluhan kepada berbagai kelompok masyarakat. Edukasi keselamatan berlalu lintas perlu dilaksanakan secara masif melalui media sosial, media massa, serta penyuluhan langsung ke sekolah, kampus, komunitas ojek daring, dan pengemudi angkutan umum.

Perhatian khusus juga diarahkan pada jalur lalu lintas antarkabupaten di wilayah Nusa Tenggara Timur yang memiliki potensi kerawanan kecelakaan. Melalui penyampaian informasi dan imbauan secara berkelanjutan, masyarakat diharapkan semakin memahami risiko berkendara dan mampu mengambil langkah pencegahan untuk melindungi diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Dalam aspek penegakan hukum, Kapolres menginstruksikan agar penggunaan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dioptimalkan. Penindakan secara manual dilaksanakan terhadap pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas dan tidak tercakup oleh ETLE, dengan tetap mengedepankan profesionalisme, transparansi, serta ketentuan dan prosedur yang berlaku.

Selain itu, sinergitas dengan TNI, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, Satpol PP, dan seluruh pemangku kepentingan terkait harus terus diperkuat. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting agar kegiatan edukasi, pengawasan, penanganan potensi gangguan lalu lintas, dan upaya pencegahan kecelakaan dapat berjalan secara terpadu.

Kapolres turut mengingatkan seluruh personel agar senantiasa menjaga keselamatan diri, mematuhi standar operasional prosedur (SOP), serta memperhatikan kondisi kesehatan selama bertugas, terutama dengan mempertimbangkan kondisi cuaca di wilayah Nusa Tenggara Timur yang dapat berubah dan cukup ekstrem. Ia juga menekankan pentingnya evaluasi harian terhadap pelaksanaan operasi guna memastikan kegiatan berjalan sesuai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan.

Melalui pelaksanaan apel gelar pasukan ini, kesiapan personel dan koordinasi antarinstansi menjadi perhatian utama sebelum operasi dilaksanakan. Diharapkan seluruh unsur yang terlibat dapat menjalankan tugas sesuai tanggung jawab masing-masing, sehingga pelaksanaan Operasi Patuh Turangga 2026 di wilayah hukum Polres TTU berlangsung tertib, efektif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ke depan, Polres TTU berharap Operasi Patuh Turangga 2026 dapat meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas, menekan potensi kecelakaan, serta memperkuat kesadaran bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama. Masyarakat juga diimbau untuk selalu menggunakan helm berstandar SNI bagi pengendara sepeda motor, mengenakan sabuk keselamatan bagi pengemudi dan penumpang mobil, melengkapi surat-surat kendaraan, tidak menggunakan telepon genggam saat berkendara, serta menghindari tindakan yang membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Dengan dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat, pelaksanaan operasi ini diharapkan mampu menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih tertib, aman, dan berkeselamatan, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri melalui pelayanan yang humanis dan berorientasi pada kepentingan publik.

Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Turangga 2026 tingkat Polres TTU berakhir pada pukul 09.10 WITA. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman dan lancar, menandai kesiapan awal jajaran Polres TTU bersama unsur terkait untuk mendukung terwujudnya budaya tertib berlalu lintas di Kabupaten Timor Tengah Utara.