Cegah Korban Tenggelam Terulang, Polri dan Warga Gotong Royong Pagari Cekdam Oetfo Sainoni

Cegah Korban Tenggelam Terulang, Polri dan Warga Gotong Royong Pagari Cekdam Oetfo Sainoni

Tribratanewsttu.com, Sainoni – Kepedulian Polri terhadap keselamatan masyarakat kembali diwujudkan melalui langkah nyata di tengah warga. Pasca musibah tenggelamnya dua siswi SDN Sainoni di bak penampungan mata air (Oetfo), Desa Sainoni, Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), jajaran Polsek Miomaffo Timur bersama masyarakat bergerak melakukan upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Kegiatan kerja bakti dilaksanakan pada Kamis, 17 September 2026, mulai pukul 08.00 WITA, di kawasan embung atau cekdam Oetfo, Desa Sainoni. Kegiatan tersebut merupakan inisiatif Kapolsek Miomaffo Timur Ipda Kornelis N. Lamapaha sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan warga, khususnya anak-anak yang berada di sekitar lokasi penampungan air.

Dalam kegiatan tersebut, personel kepolisian bersama masyarakat bergotong royong melakukan perawatan lingkungan sekaligus pemagaran di sekitar area cekdam. Pemagaran dilakukan untuk memberikan batas pengaman di lokasi yang memiliki potensi membahayakan, terutama bagi anak-anak yang bermain atau beraktivitas di sekitar sumber dan penampungan air.

Sebanyak 9 orang terlibat dalam kegiatan tersebut, terdiri dari 3 personel Polsek, 2 personel Polsubsektor Bikomi Utara, 2 personel Brimob, serta 2 orang masyarakat setempat. Dengan menggunakan peralatan sederhana dan memanfaatkan material yang tersedia di lokasi, personel Polri dan warga bekerja bersama memperbaiki serta memasang pagar di bagian yang dinilai perlu mendapatkan pengamanan.

Langkah tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas musibah yang terjadi pada Senin, 14 September 2026, ketika dua orang siswi SDN Sainoni ditemukan tenggelam di bak penampungan mata air Oetfo. Peristiwa itu menjadi perhatian serius bagi kepolisian dan masyarakat setempat sekaligus menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap lokasi-lokasi yang berpotensi mengancam keselamatan anak.

Kapolsek Miomaffo Timur Ipda Kornelis N. Lamapaha menekankan bahwa upaya pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi membutuhkan kepedulian dan keterlibatan seluruh masyarakat.

Menurutnya, pemasangan pagar di sekitar cekdam merupakan salah satu langkah sederhana namun penting untuk mengurangi risiko terjadinya kecelakaan, khususnya korban tenggelam. Kapolsek juga mengimbau para orang tua dan masyarakat sekitar agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak serta memberikan pemahaman sejak dini mengenai bahaya bermain di sekitar embung, cekdam, sungai, bak penampungan air maupun tempat lain yang memiliki potensi membahayakan keselamatan.

“Keselamatan anak-anak merupakan tanggung jawab kita bersama. Karena itu, selain melakukan pengamanan secara fisik melalui pemagaran, pengawasan orang tua dan edukasi kepada anak juga sangat penting,” demikian penekanan Kapolsek dalam kegiatan tersebut.

Semangat gotong royong yang ditunjukkan personel Polri bersama masyarakat juga menjadi gambaran bahwa kehadiran polisi tidak semata-mata dalam penegakan hukum, tetapi juga hadir untuk mendengar, merespons dan membantu menyelesaikan persoalan yang menyangkut keselamatan masyarakat.

Masyarakat setempat turut menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada jajaran Polri yang telah mengambil langkah cepat dan peduli terhadap kondisi lingkungan mereka. Kehadiran personel kepolisian yang turun langsung bekerja bersama warga dinilai memberikan perhatian sekaligus dorongan kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan keselamatan anak-anak.

Kerja bakti berlangsung dalam suasana aman, tertib dan penuh kebersamaan. Kegiatan selesai pada pukul 10.20 WITA.

Melalui kegiatan tersebut, Polri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak menunggu terjadinya musibah baru kemudian bertindak. Pencegahan, kepedulian dan gotong royong merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman, terutama bagi generasi muda.