Antisipasi Gejolak Kenaikan Harga Bbm, Polres Timor Tengah Utara Gencarkan Patroli Presisi Dan Deteksi Dini Di Sejumlah SPBU

Antisipasi Gejolak Kenaikan Harga Bbm, Polres Timor Tengah Utara Gencarkan Patroli Presisi Dan Deteksi Dini Di Sejumlah SPBU
Regu Pamapta III bersama piket fungsi Polres TTU menggelar operasi Patroli Presisi skala menengah yang berfokus pada pengamanan, pengawasan, serta sambang dialogis di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah hukum Kota Kefamenanu, Senin, 18 Mei 2026.

Tribratanewsttu.com Kefamenanu, TTU— Menindaklanjuti instruksi tegas dari Kapolres Timor Tengah Utara AKBP Eliana Papote, S.I.K, M.M., terkait dampak kenaikan harga BBM dan deteksi dini kebijakan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) secara nasional, Kepolisian Resor TTU bergerak cepat secara taktis di lapangan. Pada hari Senin, 18 Mei 2026, mulai pukul 11.05 WITA, Regu Pamapta III bersama piket fungsi Polres TTU menggelar operasi Patroli Presisi skala menengah yang berfokus pada pengamanan, pengawasan, serta sambang dialogis di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah hukum Kota Kefamenanu.

​Langkah taktis pencegahan (preventif) ini dipimpin langsung oleh Pamapta III Polres TTU, IPDA Aprimus Tan, S.H. Sebelum diterjunkan ke titik-titik rawan, pimpinan apel menggelar Acara Arahan Pimpinan (APP) guna memetakan potensi kerawanan dan memberikan pembagian tugas yang jelas. Operasi ini melibatkan kekuatan gabungan lintas fungsi, terdiri atas 2 personel Satuan Sabhara untuk penegakan preventif-penjagaan fisik, 1 personel Seksi Intelkam untuk fungsi deteksi dini (early warning) riak sosial, 1 personel Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) untuk monitoring potensi tindak pidana migas, serta dikawal oleh 1 personel Seksi Propam guna memastikan kedisiplinan dan profesionalitas anggota di lapangan.

​Pelaksanaan patroli terintegrasi ini menyasar empat titik vital jalur distribusi energi di dalam kota, antara lain SPBU Naesleu, SPBU El Tari, SPBU Kilometer 2, dan SPBU Kilometer 4 jurusan Kupang. Fokus utama petugas gabungan bukan sekadar hadir secara fisik, melainkan melakukan monitoring ketat pada ketersediaan stok volume BBM, grafik antrean kendaraan, serta memastikan pengisian berjalan sesuai regulasi operasional yang berlaku.

​Kenaikan harga BBM kerap kali memicu kekhawatiran masyarakat yang berujung pada pembelian panik (panic buying) atau bahkan dimanfaatkan oleh oknum spekulon untuk melakukan penimbunan ilegal. Oleh karena itu, fungsi Intelkam dan Reskrim yang melekat dalam patroli ini secara jeli melakukan deteksi dini terhadap gerak-gerik mencurigakan di area SPBU.

​Di sela pemantauan di SPBU Naesleu, IPDA Aprimus Tan, S.H., membangun koordinasi dialogis yang humanis bersama para operator dispenser, pengawas SPBU, dan masyarakat pengguna jalan. Petugas memberikan edukasi serta imbauan keamanan dan keselamatan. Warga diingatkan secara tegas untuk tidak melakukan pembelian berlebih menggunakan tangki modifikasi maupun jeriken tanpa izin legalitas yang sah.

​"Kami mengimbau seluruh lapisan masyarakat Kefamenanu untuk tetap tenang, tertib, dan tidak melakukan kepanikan yang tidak perlu. Kami sampaikan bahwa berdasarkan hasil pemantauan fisik, stok persediaan BBM di seluruh SPBU Kota Kefamenanu saat ini masih dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan harian masyarakat," tegas IPDA Aprimus Tan di lokasi.

​Pihak Kepolisian juga mengingatkan konsekuensi hukum yang sangat berat bagi siapa saja yang terbukti melakukan penimbunan atau penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi. Satuan Reskrim Polres TTU dipastikan akan mengambil tindakan hukum yang objektif dan tanpa kompromi jika ditemukan adanya indikasi tindak pidana penyimpangan komoditas energi tersebut.

​Sebagai wujud peningkatan kualitas pelayanan publik dan kecepatan merespons aduan (quick response), dalam kegiatan sambang ini personel Polres TTU menyosialisasikan penggunaan Call Center Layanan Polisi 110. Masyarakat didorong untuk aktif menjadi mitra kamtibmas dengan segera melaporkan indikasi kecurangan, penimbunan, antrean yang menutup jalur umum, atau gangguan keamanan menonjol lainnya agar piket fungsi Polres TTU dapat segera menuju ke lokasi dan mengamankan situasi.

​Rangkaian patroli dialogis dan deteksi dini ini berlangsung secara dinamis hingga akhirnya seluruh personel kembali ke Mako Polres TTU pada pukul 13.05 WITA. Berdasarkan pemantauan menyeluruh sepanjang dua jam operasi, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di kabupaten Timor Tengah Utara terpantau aman terkendali.