Melalui Pendekatan Humanis, Bhabinkamtibmas Tubuhue Edukasi Warga Soal Bahaya Miras dan Penertiban Ternak Sapi

Melalui Pendekatan Humanis, Bhabinkamtibmas Tubuhue Edukasi Warga Soal Bahaya Miras dan Penertiban Ternak Sapi

Tribratanewsttu.com, Kefamenanu (22/07/ 2026)— Konsistensi dalam menjaga ketertiban umum dan menciptakan suasana yang aman tenteram terus ditunjukkan oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Tubuhue, Aipda Arianto Sabuin. Melalui pendekatan sosial yang ramah dan inklusif, Bhabinkamtibmas jajaran Polsek Kota Kefamenanu, Polres Timor Tengah Utara (TTU) ini kembali menggelar kegiatan sambang dialogis dan penyampaian imbauan kamtibmas kepada masyarakat di lingkungan RW 04, Kelurahan Tubuhue, Kecamatan Kota Kefamenanu, pada Rabu.

Kegiatan yang dimulai tepat pukul 14.00 WITA tersebut mengusung konsep tatap muka langsung. Tanpa sekat dan batasan, Aipda Arianto Sabuin tampak duduk santai bersama warga setempat di pelataran halaman rumah warga. Suasana kekeluargaan terasa hangat saat petugas kepolisian memberikan arahan dan mendengarkan aspirasi dari warga RW 04 yang hadir.

Dalam arahannya, Aipda Arianto Sabuin menyoroti salah satu pemicu utama timbulnya gangguan keamanan di wilayah pemukiman, yaitu konsumsi minuman keras (miras). Ia mengimbau secara tegas namun santun agar masyarakat, khususnya para pemuda dan kepala keluarga, dapat menjauhi kebiasaan mengonsumsi miras.

"Sebagian besar tindak pidana kekerasan di lingkungan kita—seperti penganiayaan, pengeroyokan, Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), bahkan tindak pidana pembunuhan hingga kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa—berawal dari pengaruh alkohol. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama saling mengingatkan dan menghentikan kebiasaan mengonsumsi miras demi keselamatan serta kedamaian keluarga kita," ujar Aipda Arianto Sabuin di hadapan warga.

Selain persoalan miras, isu lain yang menjadi perhatian Bhabinkamtibmas dalam kegiatan sambang ini adalah penertiban hewan ternak warga, khususnya sapi liar. Di lingkungan pedesaan dan perkotaan TTU, hewan ternak yang dibiarkan berkeliaran bebas kerap kali masuk ke dalam pekarangan dan merusak tanaman atau hasil pertanian milik warga sekitar, yang pada akhirnya dapat memicu perselisihan antar tetangga.

Menanggapi hal tersebut, Aipda Arianto Sabuin meminta pemilik ternak untuk bertindak bijak dan bertanggung jawab.

"Bagi bapak dan ibu yang memiliki ternak sapi liar, kami mohon agar segera ditangkap dan diikat atau dikandangkan dengan baik. Jangan biarkan sapi berkeliaran bebas hingga merusak tanaman milik tetangga atau warga lain, karena hal tersebut dapat memicu konflik sosial yang sebenarnya bisa kita cegah bersama," tambahnya.

Kehadiran sosok petugas kepolisian yang mau duduk bersama warga secara terbuka mendapat sambutan amat positif dari masyarakat RW 04. Melalui gaya komunikasi yang persuasif, pesan-pesan keamanan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh warga setempat.

Seluruh rangkaian kegiatan sambang dan penyampaian imbauan kamtibmas ini berlangsung dengan lancar, tertib, dan aman. Tepat pukul 15.20 WITA, kegiatan diakhiri dengan situasi wilayah Kelurahan Tubuhue yang terpantau sangat kondusif. Kehadiran Aipda Arianto Sabuin membuktikan bahwa pendekatan humanis Polri di lapangan merupakan kunci utama dalam membangun kepercayaan serta keterlibatan aktif masyarakat untuk menjaga lingkungan tetap aman dan tenteram.