Membangun Ketahanan Keluarga di Kampung Bokon: Langkah Bhabinkamtibmas Melawan Pengaruh Miras
Tribratanewsttu.com Biboki Anleu, TTU - Keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tidak hanya berbicara tentang patroli jalan raya, tetapi juga tentang kedamaian di dalam rumah tangga. Hal inilah yang menjadi misi Aipda Agustinus Mali saat melaksanakan tugasnya di Desa Motadik, Kecamatan Biboki Anleu, Kabupaten Timor Tengah Utara. Dalam sebuah pertemuan hangat di rumah warga Kampung Bokon pada Jumat (16/01/2026), Aipda Agustinus menyoroti bahaya laten minuman keras (miras) sebagai pemicu utama keretakan sosial dan tindak pidana.
Sebagai Bhabinkamtibmas, Aipda Agustinus memahami betul bahwa banyak kasus hukum di wilayah perbatasan sering kali bermula dari pengaruh alkohol. Dalam sosialisasinya, ia menyampaikan narasi edukatif tentang bagaimana miras dapat memicu emosi yang tidak terkendali, yang berujung pada Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) maupun pengeroyokan di lingkungan luar. "Masalah besar sering diawali dari botol minuman keras. Kami ingin warga Desa Motadik hidup harmonis. Jangan biarkan miras merusak masa depan keluarga dan tetangga kita," imbau Aipda Agustinus.
Pendekatan yang dilakukan Aipda Agustinus adalah metode face-to-face, di mana ia mendengarkan keluhan warga sekaligus memberikan solusi hukum yang persuasif. Peran ini sangat vital untuk mencegah terjadinya tindak pidana sebelum terjadi (pre-emptive). Dengan memberikan pemahaman bahwa miras adalah akar dari berbagai persoalan hukum, ia mengajak para kepala keluarga di RT 002 untuk menjadi benteng bagi anggota keluarganya masing-masing.
Masyarakat Kampung Bokon menyambut baik kehadiran "Polisi Desa" ini. Bagi mereka, kehadiran Aipda Agustinus memberikan rasa aman sekaligus pengingat moral agar tetap menjaga etika bermasyarakat. Kegiatan sambang ini membuktikan bahwa kehadiran satu personel Polri di tengah masyarakat mampu memberikan dampak besar terhadap pola pikir warga dalam menjaga ketertiban umum. Giat yang berlangsung sejak pagi hari tersebut berakhir dengan aman dan tertib, meninggalkan kesan mendalam bagi warga tentang pentingnya menjaga diri dari pengaruh negatif miras demi keutuhan lingkungan.


