Pagar Besi dan Sentuhan Hati: Cara Polres TTU Tutup Rapat Celah Pelarian di Rutan

Pagar Besi dan Sentuhan Hati: Cara Polres TTU Tutup Rapat Celah Pelarian di Rutan

Tribratanewsttu.com Kefamenanu – Menjaga rumah tahanan bukan sekadar memastikan gembok terkunci rapat. Di Polres Timor Tengah Utara (TTU), pengamanan rutan kini bertransformasi menjadi sebuah sistem pencegahan berlapis yang menggabungkan kekuatan fisik, pengawasan digital, hingga penguatan mental para tahanan, kamis 15/01/2026

Langkah ekstra ketat ini diambil bukan tanpa alasan. Berdasarkan arahan pimpinan, kewaspadaan harus berada di titik tertinggi demi menjamin keamanan markas secara menyeluruh.

Personel Satuan Perawatan Tahanan dan Barang Bukti (Sat Tahti) tidak lagi hanya sekadar lewat di depan sel. Dalam inspeksi mendadak (sidak) yang digelar Kamis (15/01), petugas memeriksa setiap detail yang sering luput dari pandangan:

  • Audit Material: Jeruji besi diperiksa satu per satu untuk memastikan tidak ada pengkaratan yang disengaja atau bekas gergaji.
  • Sterilisasi Ruang: Petugas menyisir potensi barang selundupan seperti sarung berlebih atau tali yang kerap dimodifikasi menjadi alat pelarian.
  • Blind Spot: Dinding dan plafon diperiksa guna memastikan tidak ada celah infrastruktur yang bisa dimanfaatkan.

Selain kehadiran fisik personel, Polres TTU menyiagakan "mata yang tak pernah tidur". CCTV kini menjangkau seluruh lorong rutan selama 24 jam penuh. Sistem ini memastikan bahwa setiap pergerakan mencurigakan dapat terdeteksi secara real-time, terutama pada jam-jam rawan saat pergantian shift petugas.

Polres TTU memahami bahwa pelarian seringkali dipicu oleh tekanan psikologis. Oleh karena itu, langkah pencegahan dilakukan melalui pendekatan humanis:

  • Siraman Qalbu: Mengundang tokoh agama untuk memberikan penguatan spiritual, membantu tahanan lebih tenang dalam menjalani masa proses hukum.
  • Deteksi Dini Medis: Pengecekan kesehatan rutin dilakukan untuk memastikan tidak ada tahanan yang menggunakan alasan sakit sebagai skenario pelarian.
  • Dialog Persuasif: Petugas membangun komunikasi terbatas untuk mendengarkan keluhan, yang secara tidak langsung berfungsi sebagai alat pemetaan potensi gangguan keamanan.

"Kewaspadaan adalah harga mati. Kami memastikan rutan tetap kondusif bukan hanya dengan memperkuat jeruji, tapi juga dengan memastikan kondisi mental para penghuni tetap stabil," ujar salah satu petugas jaga.

Hingga berita ini diturunkan, situasi Rutan Polres TTU dilaporkan aman terkendali. Pihak kepolisian juga meminta keluarga tahanan untuk kooperatif dan mematuhi aturan ketat selama jam kunjungan demi kebaikan bersama.