Wujudkan Kenyamanan Maksimal, Polres TTU Terjunkan 85 Personil Kawal Ketat Open Road Race Piala Bupati 2026 Secara Tegas dan Humanis

Wujudkan Kenyamanan Maksimal, Polres TTU Terjunkan 85 Personil Kawal Ketat Open Road Race Piala Bupati 2026 Secara Tegas dan Humanis

Tribratanewsttu.com, Kefamenanu,— Guna menjamin keselamatan pembalap serta memberikan rasa aman bagi ribuan pasang mata masyarakat yang menyaksikan secara langsung, Kepolisian Resor Timor Tengah Utara (Polres TTU) melaksanakan giat pengamanan ekstra ketat dalam rangkaian Kegiatan Kejuaraan Open Road Race Piala Bupati TTU Tahun 2026. Ajang balap motor bergengsi yang berlangsung di Sirkuit Non-Permanen Lapangan Oemanu, Kefamenanu ini, dijadwalkan bergulir selama empat hari berturut-turut, terhitung sejak Kamis, 28 Mei hingga Minggu, 31 Mei 2026.

Pelaksanaan pengamanan ini didasari secara resmi atas Surat Permohonan Pengamanan yang diajukan oleh Panitia Penyelenggara Road Race tertanggal 11 Mei 2026. Menyikapi tingginya animo masyarakat serta potensi kerawanan dalam olahraga berkecepatan tinggi ini, Polres TTU mengambil langkah taktis dengan menurunkan sebanyak 85 personil gabungan yang disebar secara cermat di berbagai titik strategis seputaran area sirkuit.

Personil kepolisian dari Polres TTU bersama dengan instansi terkait tampak siaga berdiri di baris pembatas sirkuit yang terbuat dari susunan ban bekas. Kehadiran petugas di lapangan bukan hanya sebagai pembatas fisik, melainkan sebagai pelindung yang menjembatani jalannya perlombaan agar tetap aman bagi pembalap maupun warga sekitar yang memadati area sirkuit di bawah terik matahari.

Kapolres TTU, AKBP Elian Papote, S.I.K, M.M., memberikan penekanan khusus kepada seluruh jajarannya yang bertugas di lapangan. Beliau menginstruksikan agar pola pengamanan wajib dilakukan secara tegas namun tetap mengedepankan pendekatan yang humanis. Menurut Kapolres, sinergi dan komunikasi yang persuasif dengan para penonton adalah kunci utama agar tidak terjadi gesekan, konflik, maupun ketidakpuasan di antara masyarakat selama jalannya kompetisi.

"Tugas kita bukan sekadar berdiri menjaga pembatas, melainkan memastikan keselamatan jiwa para pembalap di lintasan serta memberikan kenyamanan mutlak bagi masyarakat yang datang menonton. Lakukan peneguran secara humanis, senyum, sapa, dan salam apabila ada penonton yang melampaui batas aman. Kita harus tegas dalam aturan sirkuit demi keselamatan bersama, namun tetap santun dan komunikatif agar masyarakat merasa diayomi, bukan ditakuti," tegas AKBP Elian Papote, S.I.K, M.M.

Pantauan di lokasi sirkuit menunjukkan personil Polres TTU, yang terdiri dari unsur Satuan Lalu Lintas, Satuan Reskrim, Intelkam, serta Samapta, aktif melakukan patroli jalan kaki di sepanjang lintasan. Petugas secara berkala memberikan imbauan agar penonton tidak merangsek masuk ke area steril sirkuit yang dapat membahayakan keselamatan diri mereka sendiri.

Pendekatan humanis yang ditekankan oleh Kapolres terbukti sangat efektif, Interaksi yang hangat antara petugas polisi dengan para penonton dari berbagai kalangan baik orang tua maupun anak-anak berjalan sangat harmonis. Masyarakat terlihat tertib mengikuti arahan petugas tanpa adanya rasa terintimidasi. Melalui penerapan strategi pengamanan yang matang ini, jalannya turnamen hingga hari ini terpantau sangat kondusif, tertib, dan bebas dari riak-riak konflik, sekaligus membuktikan komitmen polri dalam mengawal ruang publik secara profesional, elegan, dan dicintai masyarakat.