Mempererat Simpul Komunikasi: Bhabinkamtibmas Maukabatan Ajak Warga Jadi "Mata dan Telinga" Keamanan
Tribratanewsttu.com Biboki Anleu, TTU - Suasana riuh rendah di Pasar Tradisional Desa Maukabatan pada Selasa pagi (27/01/2026) terasa sedikit berbeda dengan kehadiran sosok berseragam cokelat yang berjalan akrab di antara para pedagang. Bripka Ignasius Lalian, S.IP, tidak datang sebagai sosok yang menakutkan, melainkan sebagai mitra yang merangkul warga untuk peduli terhadap lingkungan mereka sendiri.
Dalam kegiatan sambang pasar ini, Bripka Ignasius menunjukkan bahwa kekuatan utama seorang Bhabinkamtibmas terletak pada komunikasi dan kepercayaan masyarakat. Didampingi jajaran perangkat desa, ia melakukan dialog dua arah dengan pengunjung pasar. Selain memberikan imbauan rutin mengenai larangan miras dan perjudian, poin penting yang ditekankan adalah mengenai kecepatan pelaporan setiap kejadian yang ada di desa.
Bripka Ignasius mengajak seluruh warga Desa Maukabatan untuk tidak ragu melaporkan segala bentuk kejanggalan atau tindak pidana langsung kepada Bhabinkamtibmas. Strategi ini merupakan bagian dari upaya membangun sistem Early Warning System (sistem peringatan dini) berbasis masyarakat. "Bapak dan Ibu adalah mata dan telinga kami di lapangan. Laporan sekecil apa pun akan sangat membantu kami dalam mencegah masalah besar di kemudian hari," ujar Bripka Ignasius dengan nada penuh kekeluargaan.
Kehadiran Kepala Desa dan Sekretaris Desa dalam kegiatan ini mempertegas bahwa sinergi antara Polri dan pemerintah desa sangat solid. Masyarakat menyambut baik imbauan tersebut, merasa diayomi karena polisi hadir langsung di tengah kesibukan mereka mencari nafkah. Dengan komunikasi yang intensif ini, diharapkan warga tidak hanya menjadi objek keamanan, tetapi menjadi subjek aktif yang turut menjaga ketertiban. Giat patroli ini berakhir dengan lancar, menyisakan rasa aman bagi warga yang beraktivitas di Pasar Nona Manis, sekaligus memperkuat komitmen Bripka Ignasius dalam mengabdi di wilayah perbatasan Biboki Anleu.


